Sebanyak 100,02 Bitcoin yang diminting pada bulan Juli 2010 atau yang berasal dari era Satoshi Nakamoto akhirnya bergerak untuk pertama kalinya setelah dorman selama lebih dari 16 tahun pada Rabu, 7 Oktober 2026. Berdasarkan pantauan on-chain dari Galaxy Research, aset tersebut melibatkan Unspent Transaction Outputs (UTXO) yang tidak tersentuh sejak pertama kali diterima pada 30 Juli 2010, dan baru saja ditransfer melalui blok 970.379.
​Ketika pertama kali diperoleh melalui imbalan mining pada tahun 2010 silam, total Bitcoin tersebut hampir tidak memiliki nilai berarti atau hanya sekitar $29 secara keseluruhan. Namun, seiring dengan lonjakan harga Bitcoin yang menyentuh kisaran $85.000 per Bitcoin pada Oktober 2026 ini, nilai kepemilikan dompet lama beralamat 1J3A7HovGXxK1GoCGMJpXGKa5sSwCrNHJ3 tersebut meroket drastis hingga menembus angka $8,55 juta atau setara dengan kisaran Rp130 miliar.
​Dalam transaksi yang dikonfirmasi pada 7 Oktober 2026 pukul 18:52 UTC melalui TXID ed49c31e816740b2624dd076d6c530abd39f2bd580dc1bb0999082d27740a69a, Bitcoin tersebut dipecah dan dikirimkan ke dua alamat baru berformat bc1q, dengan rincian 10 Bitcoin ke satu alamat dan 90,02 Bitcoin ke alamat lainnya. Analisis menunjukkan bahwa pemiliknya hanya mengeluarkan biaya transaksi yang sangat minim, sementara realisasi keuntungan teoretisnya meroket lebih dari 108.686.000% dari basis harga awal yang mendekati angka nol.
​Data on-chain juga mencatat bahwa alamat tersebut sebelumnya pernah melakukan transaksi lain pada tahun 2015 hingga 2018, meski bagian Bitcoin dari tahun 2010 tersebut tetap utuh tersimpan sebelum akhirnya dipindahkan ke tempat barunya pada pekan ini.



