


Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengonfirmasi bahwa negosiasi antara AS dan Iran resmi berakhir tanpa kesepakatan setelah berlangsung selama 21 jam. Vance menegaskan bahwa kegagalan ini terjadi karena pihak Iran menolak untuk memberikan komitmen terkait penghentian pengembangan senjata nuklir.
​"Iran telah memilih untuk tidak menerima persyaratan AS. Ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi Amerika Serikat," ujar Vance. Menurut laporan yang ada, pembicaraan kolaps karena tuntutan AS atas jaminan nuklir dinilai sebagai intervensi yang tidak dapat diterima oleh Teheran. Sementara itu, kantor berita Fars News melaporkan bahwa Iran saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan pembicaraan lanjutan dengan pihak AS.
​Kabar kegagalan diplomasi ini seketika memicu Bitcoin anjlok ke area $71.000, diikuti dengan gelombang likuidasi market kripto yang menembus angka $115 juta hanya dalam waktu 60 menit. Investor merespons negatif kebuntuan geopolitik ini, mengingat risiko eskalasi kembali meningkat pasca-berakhirnya perundingan.