asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT66,934.4-2070.14 ( -3.0% )
BULLAUSDT0.01503-0.00329 ( -17.95% )
ETHUSDT1,987.65-81.7 ( -3.95% )
GORKUSDT0.0029025-0.000251 ( -7.95% )
MYXUSDT0.4754+0.0642 ( +15.61% )
PEPEUSDT0.0000038-0.00000053 ( -12.24% )
SLVONUSDT78.91-0.29 ( -0.37% )
SOLUSDT84.82-3.62 ( -4.09% )
XRPUSDT1.3872-0.0815 ( -5.55% )
Powered by
News

ZachXBT Bongkar Skandal Insider Trading Axiom

User
February 26, 2026 | 23:23 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 26, 2026 | 23:23 WIB
ZachXBT Bongkar Skandal Insider Trading Axiom

​Detektif on-chain, ZachXBT, membongkar skandal dugaan insider trading yang melibatkan platform perdagangan kripto Axiom. Melalui hasil investigasi yang dirilis pada (26/2), seorang staf senior pengembangan bisnis bernama Broox diduga kuat menyalahgunakan perangkat dukungan pelanggan internal untuk melacak data wallet pribadi pengguna axiom. Tindakan ilegal ini memungkinkan pelaku memantau aktivitas transaksi para tokoh penting di industri kripto secara diam-diam demi menyusun strategi untuk meraup keuntungan pribadi. Kasus ini cukup menggunjang industri kripto, mengingat Axiom merupakan perusahaan jebolan Y Combinator yang berkembang pesat dengan rekam jejak pendapatan melampaui $390 juta sejak diluncurkan pada tahun 2024.

​Menanggapi laporan telak tersebut, manajemen Axiom menyatakan kekecewaannya dan langsung mencabut hak akses oknum terkait sembari memproses investigasi lebih lanjut. ZachXBT secara khusus menyoroti betapa longgarnya protokol keamanan platform tersebut, di mana staf non-teknis bisa dengan leluasa melihat riwayat transaksi hingga akun tertaut pengguna. Idealnya, data sensitif semacam itu hanya boleh diakses oleh developer sistem di bawah standar pengawasan tingkat tinggi. Bukti rekaman yang dibeberkan ZachXBT bahkan menunjukkan percakapan pelaku yang merencanakan eksploitasi data internal untuk membantu rekan timnya mencetak keuntungan trading hingga $200.000, sehingga memicu desakan agar Axiom segera menempuh jalur hukum.

Copiedbagikan