


​Proyek kripto keluarga Donald Trump, World Liberty Financial, menuai kecaman setelah merilis proposal jadwal vesting token WLFI selama empat tahun. Rencana ini mewajibkan investor menunggu masa tenang (cliff) selama dua tahun sebelum aset bisa dicairkan secara bertahap. Durasi penguncian yang sangat panjang ini memicu kemarahan karena melampaui masa jabatan kedua Trump sebagai Presiden AS.
​Kritik tajam datang dari pendiri Tron, Justin Sun, yang melabeli proposal tersebut sebagai bentuk "tirani" dan skema tata kelola yang tidak sehat. Sun menilai mekanisme ini hanya menguntungkan segelintir developer dan pengendali smart contract yang anonim, sementara investor besar justru disisihkan. Sentimen ini diperparah oleh anjloknya harga WLFI sebesar 65% menjadi sekitar $0,08 per April 2026.
​Pihak World Liberty berdalih bahwa jadwal rilis lambat ini diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar dari aksi jual massal yang bisa merusak ekosistem. Mereka juga mengeklaim telah menghapus 4,5 miliar token dari sirkulasi sebagai sinyal komitmen tim internal. Namun, bagi para investor awal, struktur ini dianggap terlalu punitif dan berisiko memperburuk kepercayaan publik terhadap keberlanjutan proyek tersebut.