


Protokol privasi Zama resmi meluncurkan Confidential RFQ (Request-For-Quote) dalam versi private beta di jaringan utama Ethereum pada Kamis (23/7). Layanan berbasis enkripsi ini hadir sebagai solusi bagi investor institusi, venture capital, hingga market maker agar dapat mengeksekusi swap kripto berskala besar secara on-chain tanpa perlu khawatir bocornya strategi perdagangan maupun ancaman bot Maximal Extractable Value (MEV).
​Selama ini, transaksi berskala besar cenderung menghindari bursa terdesentralisasi (DEX) publik karena tingginya risiko front-running dan slippage. Data menunjukkan volume perdagangan harian di pasar OTC (Over-The-Counter) kripto kini menembus angka $50 miliar hingga $60 miliar per hari, di mana para pelaku pasar skala besar lebih memilih mengeksekusi order secara off-chain melalui grup pesan terenkripsi demi menjaga kerahasiaan.
​Tingginya kebutuhan privasi ini turut ditegaskan oleh Co-founder Multicoin Capital, Tushar Jain. Ia menyebut transparansi radikal di public blockchain kerap menyulitkan operasional institusi karena pergerakan wallet mereka selalu diawasi secara real-time. "Kemarin kami melakukan unstake untuk sejumlah besar token HYPE, tetapi bukan untuk dijual. Dana kami terus-menerus dilacak hingga memaksa kami melakukan rotasi wallet secara berkala. Institusi butuh privasi untuk beroperasi," ungkap Tushar.
​Mengandalkan standar token terenkripsi ERC-7984, fitur baru Zama ini mengintegrasikan sistem lelang tertutup (sealed-bid auction). Melalui mekanisme tersebut, ukuran transaksi, arah order, hingga jenis aset tetap privat, sementara market maker mengajukan harga secara 'buta'. Zama juga mengonfirmasi bahwa 100 persen biaya transaksi akan dialokasikan penuh untuk mekanisme buy-back and burn token $ZAMA, sebelum protokol dibuka untuk publik secara penuh pada September mendatang.