asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7325+0.008 ( +1.17% )
tether usd iconaurora iconAURORAUSDT0.08827+0.03934 ( +80.4% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT86,782.3+1583.0 ( +1.86% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,767.0+47.24 ( +1.74% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT97.656+4.37 ( +4.68% )
tether usd iconmubarak iconMUBARAKUSDT0.07088+0.01764 ( +33.13% )
tether usd iconneon evm iconNEONUSDT0.05507+0.04106 ( +293.08% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT119.04+3.27 ( +2.83% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.0296+0.0252 ( +2.51% )
Powered by
powered by triv
News

Analis Bloomberg Sebut Pergerakan Harga Bitcoin Mirip “Denyut Nadi” ETF

User
January 4, 2026 | 22:42 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
January 4, 2026 | 22:42 WIB
Analis Bloomberg Sebut Pergerakan Harga Bitcoin Mirip “Denyut Nadi” ETF

Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan sentimen pasar yang sesungguhnya. Analis Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut aksi harga Bitcoin saat ini lebih menyerupai pola “heartbeat” atau denyut nadi exchange traded fund ETF, yang banyak dipengaruhi oleh manuver pajak jangka pendek.

Menurut Balchunas, fluktuasi harga Bitcoin belakangan ini lebih didorong oleh aktivitas teknis terkait pengelolaan ETF, seperti penyesuaian portofolio dan strategi pajak akhir periode, ketimbang perubahan fundamental atau sentimen investor jangka panjang. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga terlihat aktif, namun tidak selalu mencerminkan arus permintaan dan penawaran riil di pasar kripto.

Ia menilai, fenomena ini wajar terjadi seiring semakin besarnya peran produk ETF Bitcoin dalam struktur pasar. Aktivitas keluar masuk dana yang bersifat taktis, termasuk realisasi keuntungan atau optimalisasi pajak, dapat menciptakan volatilitas jangka pendek tanpa diikuti perubahan narasi besar di sisi adopsi maupun fundamental aset.

Balchunas juga mengingatkan bahwa investor perlu membedakan antara pergerakan harga yang dipicu faktor teknis dengan perubahan tren pasar yang sesungguhnya. Selama arus ETF masih mendominasi dinamika jangka pendek, harga Bitcoin berpotensi bergerak tidak sinkron dengan persepsi sentimen pasar secara umum.

Pandangan ini menambah perspektif bahwa kematangan pasar kripto, khususnya Bitcoin, kini semakin dipengaruhi oleh mekanisme pasar keuangan tradisional. Dengan meningkatnya integrasi ETF dan instrumen institusional, volatilitas Bitcoin tidak lagi semata digerakkan oleh sentimen ritel, melainkan juga oleh strategi keuangan jangka pendek dari pelaku besar.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB