

.png)
.png)

Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menolak permintaan hampir setiap hari dari industri pelayaran untuk memberikan pengawalan militer bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Keputusan ini diambil karena tingginya risiko serangan di kawasan tersebut.
Menurut laporan terbaru, Angkatan Laut AS menilai situasi keamanan di jalur pelayaran strategis itu masih terlalu berbahaya untuk menyediakan pengawalan militer bagi kapal komersial. Penilaian risiko tersebut membuat permintaan dari perusahaan pelayaran belum dapat dipenuhi untuk saat ini.
Militer AS diketahui telah menggelar sejumlah pertemuan rutin dengan perwakilan industri pelayaran dan perusahaan minyak untuk memberikan pembaruan mengenai kondisi keamanan di kawasan Teluk. Dalam setiap pertemuan tersebut, pihak Angkatan Laut menyampaikan bahwa mereka belum dapat memberikan layanan pengawalan.
Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan bahwa hingga pertemuan terakhir pada Selasa, penilaian risiko militer AS terhadap kawasan tersebut belum mengalami perubahan.
Situasi ini membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih sangat terbatas. Jalur laut yang biasanya menjadi salah satu rute utama perdagangan energi global itu kini sebagian besar masih tertutup akibat meningkatnya ancaman keamanan.