asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2387+0.0007 ( +0.29% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,208.5+246.28 ( +0.32% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,446.04+35.46 ( +1.47% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT80.262+2.02 ( +2.58% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000405+0.0 ( +0.0% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT94.3+0.71 ( +0.76% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.8309+0.0339 ( +4.25% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.06677+0.00247 ( +3.84% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4821+0.0057 ( +0.39% )
Powered by
powered by triv
News

Arus Minyak di Selat Hormuz Melonjak, Harga WTI Tertekan di Level $68

User
July 2, 2026 | 01:12 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 2, 2026 | 01:12 WIB
Arus Minyak di Selat Hormuz Melonjak, Harga WTI Tertekan di Level $68

​Situasi logistik energi di Timur Tengah kembali menjadi sorotan di tengah ketidakpastian negosiasi yang sedang berlangsung antara AS-Iran di Doha, Qatar. Melansir laporan Bloomberg pada hari Rabu (1/7), volume kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan meningkat menjadi 10 juta barel per hari. Peningkatan aktivitas ini mulai terjadi pasca penandatanganan "Memorandum of Understanding" (MoU) berdurasi 60 hari antara AS dan Iran. Kendati menunjukkan adanya tren pemulihan, volume minyak yang melintasi jalur krusial tersebut faktanya masih berada di kisaran 50% di bawah level sebelum perang pecah.

​Merespons dinamika perkembangan terkini, harga minyak terpantau mengalami pelemahan yang cukup dalam. Berdasarkan data real-time di market Hyperliquid hari ini (2/7), harga WTI berada di level $68 per barel, sementara minyak Brent bertengger di posisi $71 per barel saat artikel ini diterbitkan. Penurunan harga ini mencerminkan kewaspadaan pelaku market terhadap stabilitas pasokan energi di tengah volatilitas geopolitik yang masih berlangsung.

​Meski volume pengiriman mulai pulih, nasib jalur logistik ini masih menjadi tanda tanya besar. Pasar belum mengetahui bagaimana dampak yang akan terjadi jika periode MoU 60 hari berakhir. Ketidakpastian mengenai keberlanjutan perjanjian tersebut berpotensi memicu kembali eskalasi risiko yang tidak terprediksi di wilayah Selat Hormuz.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,50% - 3,75%
Breaking News
July 30, 2026 | 01:05 WIB
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania
News - Breaking News
July 29, 2026 | 05:44 WIB