


Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengkonfirmasi akan meluncurkan gelombang ketiga serangan militer beruntun terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Operasi ini dimulai pada 14 Juli 2026, pukul 16:45 ET (15 Juli, pukul 04:45 WIB), yang menandai malam ketiga berturut-turut serangan dilakukan di bawah arahan langsung Presiden Donald Trump.
Dalam perkembangan terkini, Presiden Trump telah mengirimkan notifikasi formal kepada Kongres Amerika Serikat yang menyatakan bahwa aksi militer tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya untuk melindungi warga dan kepentingan Amerika, baik di dalam maupun luar negeri. Berdasarkan laporan Politico, langkah ini memberikan landasan hukum bagi pemerintahan Trump untuk melanjutkan penggunaan kekuatan militer di kawasan tersebut hingga 60 hari ke depan tanpa memerlukan persetujuan baru dari Kongres.
Presiden Trump menegaskan bahwa serangan ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Di tengah ketegangan yang terus memuncak, Presiden menyatakan sikap tegas pemerintahannya bahwa Amerika Serikat akan terus menghantam Iran dengan sangat keras, baik malam ini maupun esok hari, tanpa ada tindakan yang dapat dilakukan oleh pihak Iran untuk menghentikannya.
Meskipun Iran menuduh tindakan ini sebagai bentuk provokasi, pihak Gedung Putih bersikeras bahwa serangan tersebut merupakan tindakan terukur untuk menjaga stabilitas regional yang terganggu akibat ketegangan di Selat Hormuz.