

.png)
.png)

Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mempersiapkan kebijakan tarif hingga 100% terhadap sejumlah produk obat impor, menurut laporan Financial Times.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mendorong perusahaan farmasi memindahkan atau meningkatkan kapasitas produksi mereka di Amerika Serikat.
Kebijakan tarif tinggi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan AS terhadap impor obat, sekaligus memperkuat rantai pasok domestik di sektor kesehatan yang dinilai strategis.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS memang semakin fokus pada kemandirian industri, terutama untuk produk penting seperti obat obatan dan peralatan medis. Ketergantungan terhadap produksi luar negeri dianggap sebagai risiko, terutama dalam situasi krisis global.
Namun, kebijakan ini juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap harga obat di pasar domestik, mengingat kenaikan tarif impor dapat meningkatkan biaya distribusi dan produksi dalam jangka pendek.
Selain itu, langkah ini dapat memicu respons dari negara lain, termasuk potensi kebijakan balasan di sektor perdagangan, yang dapat memperluas dampak terhadap hubungan dagang global.
Dengan rencana tarif hingga 100%, kebijakan ini menjadi salah satu langkah proteksionisme terbesar di sektor farmasi dalam beberapa waktu terakhir.