


​Proyek identitas terdesentralisasi, Humanity Protocol, menyoroti urgensi penerapan sistem verifikasi Know-Your-Customer (KYC) berbasis blockchain yang lebih canggih di tengah lonjakan kasus penipuan AI. Desakan ini muncul setelah mereka melakukan eksperimen sosial di aplikasi kencan Tinder, di mana profil palsu yang dikendalikan sepenuhnya oleh kecerdasan buatan berhasil mengelabui sistem keamanan platform. Hasilnya mengejutkan: bot AI tersebut mampu meyakinkan 40 pengguna asli untuk setuju bertemu secara langsun.
​Dalam uji coba tersebut, tim peneliti memanfaatkan alat AI publik untuk menciptakan persona visual dan gaya percakapan yang sangat realistis, membuktikan bahwa metode verifikasi konvensional sudah tidak lagi memadai. Pendiri Humanity Protocol, Terence Kwok, menegaskan bahwa sistem KYC tradisional dirancang untuk dunia sebelum era Generative AI, sehingga kini memiliki celah fatal yang mudah dieksploitasi untuk memanipulasi kepercayaan pengguna.
​Melihat potensi kerugian finansial dari romance scam yang terus meningkat, Humanity Protocol memperingatkan bahwa platform digital berisiko menjadi sarang sindikat penipuan modern jika tidak segera berbenah. Oleh karena itu, tenologi verifikasi KYC berbasis blockchain kini menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin keamanan interaksi digital.