


​Perusahaan keamanan siber kripto Octane Security berhasil menemukan bug berisiko tinggi pada Nethermind, salah satu perangkat lunak klien utama yang menjalankan jaringan blockchain Ethereum. Temuan yang dilaporkan pada (25/2) ini menggunakan AI yang dirancang khusus untuk memindai kode pemrograman secara mendalam. Jika tidak segera diperbaiki, bug ini berpotensi memengaruhi 40 persen validator Ethereum, yang dapat menyebabkan mereka gagal memproses blok transaksi dan mengancam stabilitas jaringan secara keseluruhan. Dalam prosesnya, AI milik Octane berhasil mendeteksi potensi bug di mana peretas bisa menyabotase validator hanya dengan mengirimkan transaksi yang cacat ke dalam sistem. Laporan ini pun langsung direspons cepat oleh tim Developer inti Nethermind yang segera merilis patch perbaikan sebelum celah tersebut sempat dieksploitasi oleh pihak tak bertanggung jawab.
​Keberhasilan audit keamanan berbasis AI ini memberikan perspektif baru di tengah tingginya kekhawatiran publik mengenai bahaya kode cacat yang dihasilkan oleh AI, seperti pada kasus peretasan protokol Moonwell awal bulan ini yang menelan kerugian hingga $2.7 juta. Berkat temuan krusial tersebut, Octane Security sukses memenangkan hadiah lebih dari $70.000 dari kontes audit keamanan, ditambah dengan bonus bug bounty senilai $50.000 dari pihak Ethereum Foundation.