asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT65,958.0-893.81 ( -1.34% )
EPICUSDT0.609+0.116 ( +23.53% )
ETHUSDT1,794.57-34.63 ( -1.89% )
HUSDT0.3-0.03606 ( -10.73% )
HMSTRUSDT0.0001774+0.000012 ( +7.26% )
HYPEUSDT74.022+6.03 ( +8.87% )
JTOUSDT0.8098+0.0409 ( +5.32% )
SOLUSDT73.68-1.6 ( -2.13% )
Powered by
News

BI Klaim Rupiah Berpeluang Kembali ke Rp17.500 per Dolar AS

User
June 16, 2026 | 10:02 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 16, 2026 | 10:02 WIB
BI Klaim Rupiah Berpeluang Kembali ke Rp17.500 per Dolar AS

Setelah sempat tertekan hingga mencetak rekor terlemah terhadap dolar AS, rupiah dinilai memiliki peluang untuk kembali menguat ke kisaran Rp17.500 per dolar AS apabila berbagai kebijakan stabilisasi yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia mulai membuahkan hasil.

Prospek penguatan tersebut muncul seiring langkah agresif Bank Indonesia yang dalam beberapa pekan terakhir menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% untuk meredam tekanan terhadap mata uang domestik. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia sekaligus menahan arus modal keluar.

Selain kenaikan suku bunga, Bank Indonesia juga memperkuat intervensi di pasar valuta asing serta meningkatkan pengawasan terhadap transaksi pembelian dolar dalam jumlah besar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan permintaan dolar berasal dari kebutuhan bisnis riil dan bukan aktivitas spekulatif.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya menyampaikan proyeksi nilai tukar rupiah pada 2027 berada di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Target tersebut didukung oleh kombinasi kebijakan moneter, pengelolaan likuiditas, serta upaya menarik kembali aliran modal asing ke pasar domestik.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi pergerakan rupiah. Harga minyak dunia yang tinggi, ketidakpastian ekonomi global, serta kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia masih menjadi faktor yang dapat menekan nilai tukar dalam jangka pendek.

Copiedbagikan