asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT63,280.3-3339.66 ( -5.01% )
EPICUSDT0.548+0.155 ( +39.44% )
ETHUSDT1,769.28-84.81 ( -4.57% )
HOMEUSDT0.03838-0.01147 ( -23.01% )
HYPEUSDT72.788+2.53 ( +3.6% )
PORTALUSDT0.01839-0.00761 ( -29.27% )
SOLUSDT70.16-4.25 ( -5.71% )
STOUSDT0.0687+0.0131 ( +23.56% )
WLDUSDT0.5202+0.1256 ( +31.83% )
Powered by
News

Bitcoin Jebol Mendekati $62.000, Likuidasi Tembus US$1,1 Miliar dalam 24 Jam

User
June 4, 2026 | 09:15 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 4, 2026 | 09:15 WIB
Bitcoin Jebol Mendekati $62.000, Likuidasi Tembus US$1,1 Miliar dalam 24 Jam

Harga Bitcoin mengalami tekanan jual yang semakin dalam setelah turun mendekati $62.000 untuk pertama kalinya sejak 24 Februari.

Pelemahan tersebut memicu gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif kripto, dengan total posisi yang terhapus mencapai lebih dari $1,12 miliar hanya dalam 24 jam terakhir.

Data pasar menunjukkan sebagian besar kerugian berasal dari trader yang memasang posisi bullish atau long. Nilai likuidasi posisi long tercatat mencapai sekitar $949 juta, jauh lebih besar dibandingkan posisi short yang terkena dampak.

Tekanan jual yang terjadi memperlihatkan tingginya penggunaan leverage di pasar kripto, di mana pergerakan harga yang tajam dapat memicu likuidasi berantai dan memperbesar volatilitas pasar.

Analis menilai penurunan Bitcoin kali ini dipengaruhi kombinasi sentimen makroekonomi global, aksi ambil untung investor, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Gelombang likuidasi juga memperburuk tekanan harga karena posisi yang terpaksa ditutup otomatis oleh bursa menambah volume penjualan di pasar.

Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya turut mengalami koreksi tajam seiring memburuknya sentimen pasar secara keseluruhan.

Pelaku pasar kini mencermati apakah area $62.000 mampu menjadi level dukungan baru atau justru membuka peluang penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek.

Copiedbagikan