

.png)
.png)

Bitcoin tercatat berada di jalur kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2022 setelah turun lebih dari 19 persen sepanjang Februari. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi kebijakan tarif global, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.
Tekanan jual muncul seiring investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Kekhawatiran bahwa kebijakan tarif dapat memperlambat perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi global membuat sentimen pasar memburuk. Dalam kondisi seperti ini, arus modal cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih defensif.
Penurunan lebih dari 19 persen dalam satu bulan menempatkan Februari sebagai periode paling menantang bagi Bitcoin dalam hampir empat tahun terakhir. Pada Juni 2022, pasar kripto juga mengalami tekanan hebat akibat kombinasi kenaikan suku bunga agresif dan krisis likuiditas di sejumlah institusi kripto.
Meski demikian, volatilitas tajam bukan hal baru bagi Bitcoin. Sejumlah analis menilai pergerakan ekstrem sering kali menjadi bagian dari siklus pasar kripto, terutama ketika faktor makroekonomi global ikut mendominasi arah pergerakan harga.