​Bitmine, entitas korporasi pemegang treasury Ethereum terbesar di dunia, kembali melanjutkan aksi akumulasi mingguan dengan memborong sebanyak 32.447 ETH senilai sekitar $81,5 juta. Berdasarkan rilis laporan keuangan resmi yang diterbitkan pada Senin (24/8), aksi beli ini mendongkrak total kepemilikan aset kripto Bitmine hingga menyentuh 5.847.611 ETH dengan estimasi valuasi pasar mencapai $14,7 miliar. Portofolio tersebut kini merepresentasikan lebih dari 4,8% dari total suplai beredar Ethereum di seluruh dunia, yang sekaligus mempertegas dominasi korporasi ini di sektor aset digital institusional.
​Chairman Bitmine Tom Lee menilai bahwa lonjakan harga ETH hingga 30% dalam kurun sepekan terakhir merupakan pergerakan reli yang sudah semestinya terjadi, didukung oleh kombinasi fundamental jaringan yang kian matang, gelombang tokenisasi Wall Street, ekspansi teknologi agentic-AI, serta membaiknya likuiditas makro pasca-stimulus obligasi Departemen Keuangan AS. Guna memaksimalkan efisiensi modal, Bitmine telah mengunci sekitar 5,06 juta ETH atau setara 87% dari total simpanannya ke dalam mekanisme staking dengan imbal hasil tahunan sebesar 2,67%, yang diproyeksikan mampu mencetak pendapatan imbal hasil pasif (staking rewards) berkisar antara $330 juta hingga $381 juta per tahun.
​Keberhasilan ekspansi portofolio ini kian mengukuhkan posisi Bitmine di puncak klasemen pemegang cadangan Ethereum publik global, jauh melampaui kepemilikan kompetitor terdekatnya seperti SharpLink pimpinan Joe Lubin dan The Ether Machine. Di panggung crypto treasury publik secara keseluruhan, Bitmine kini menjadi entitas terbesar kedua di dunia, tepat berada di belakang Strategy yang dipimpin oleh Michael Saylor.



