


​Eksekutif industri kripto terbelah menyikapi potensi kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong utama adopsi infrastruktur blockchain secara massal. Berdasarkan diskusi panel terbaru di NEARCON 2026 pada (24/2), CEO Bitwise Hunter Horsley menyebut AI sebagai teknologi tak terhentikan dan meyakini pertumbuhannya akan membawa keuntungan besar bagi aset kripto. Horsley menilai AI agent otonom di masa depan akan lebih memilih bertransaksi menggunakan stablecoin dan infrastruktur on-chain untuk menjaga privasi, ketimbang memakai kartu kredit konvensional. Kecepatan evolusi AI yang sangat masif ini dinilai menuntut para Developer Web3 untuk membuang roadmap lama dan segera merancang sistem baru agar jaringan kripto siap mewadahi ekonomi berbasis mesin.
​Pandangan optimis tersebut langsung mendapat perlawanan dari Diogo Monica, General Partner Haun Ventures. Ia meragukan asumsi bahwa perdagangan yang dijalankan AI agent mutlak membutuhkan jaringan pembayaran baru seperti blockchain. Menurutnya, entitas kecerdasan super (AGI) yang sangat pintar seharusnya mampu menavigasi dan memanfaatkan sistem keuangan tradisional yang sudah ada saat ini untuk bertransaksi. Meski berbeda pandangan soal sistem pembayaran, Monica tetap sepakat bahwa kedua teknologi ini pada dasarnya saling melengkapi; AI menciptakan kelimpahan digital yang masif, sementara kripto hadir menawarkan sistem kelangkaan serta verifikasi digital yang kuat untuk menekan berbagai risiko keamanan.