


Pemerintah negara bagian New Hampshire dijadwalkan menggelar pemungutan suara melalui Dewan Eksekutif pada Rabu (8/7) waktu setempat guna memutuskan penerbitan obligasi daerah pertama di dunia dengan kolateral Bitcoin senilai $100 juta. Langkah ini merupakan persetujuan akhir yang dibutuhkan agar proyek percontohan besutan Otoritas Keuangan Bisnis New Hampshire tersebut bisa segera meluncur ke pasar. Didukung penuh oleh Gubernur Kelly Ayotte, langkah progresif ini sengaja diambil demi menarik ekosistem blockchain sekaligus memposisikan wilayahnya sebagai pionir inovasi keuangan digital dunia.
Struktur instrumen keuangan ini tergolong unik dan berbeda dari obligasi daerah konvensional karena sama sekali tidak menggunakan uang rakyat ataupun dana APBD setempat. Posisi peminjam swasta diisi oleh perusahaan mining Bitcoin raksasa, CleanSpark, yang menjaminkan aset kripto mereka sebagai kolateral, sementara BitGo ditunjuk sebagai kustodian. Investor nantinya akan menerima pembayaran berkala dari hasil pengelolaan kolateral tersebut, lengkap dengan potensi keuntungan tambahan yang terikat langsung dengan tren penguatan harga pasar Bitcoin.
Kendati diklaim aman dari risiko pajak warga, lembaga pemeringkat internasional Moody's tetap menyematkan peringkat provisinal "Ba2" atau masuk dalam kategori berspekulasi tinggi (junk). Penilaian ini didasari oleh volatilitas ekstrem Bitcoin yang berisiko memicu klausul likuidasi otomatis jika nilainya merosot hingga melewati ambang batas tertentu sebelum masa tenor tiga tahun selesai. Namun, jika hasil pemungutan suara oleh Dewan Eksekutif hari ini menyatakan setuju, pemerintah setempat dipastikan segera membuka keran penerbitan produk keuangan baru tersebut.