asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT62,219.6-1520.19 ( -2.39% )
EPICUSDT0.318-0.021 ( -6.2% )
ETHUSDT1,738.23-49.04 ( -2.74% )
HMSTRUSDT0.0002022-0.0000678 ( -25.11% )
HYPEUSDT67.276-2.76 ( -3.94% )
NFPUSDT0.00525-0.00004 ( -0.76% )
SDEXUSDT0.001317-0.002125 ( -61.74% )
SOLUSDT77.39-3.89 ( -4.79% )
TACUSDT0.00272-0.00185 ( -40.48% )
Powered by
News

Catatan Meeting FOMC Juni Rilis, Jelaskan Alasan The Fed Tahan Suku Bunga

User
July 9, 2026 | 02:56 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 9, 2026 | 02:56 WIB
Catatan Meeting FOMC Juni Rilis, Jelaskan Alasan The Fed Tahan Suku Bunga

​Catatan resmi atau Minutes dari rapat Federal Open Market Committee (FOMC) edisi Juni akhirnya diterbitkan ke publik. Sebagai informasi, FOMC Minutes adalah dokumen yang dirilis tiga minggu setelah rapat berlangsung untuk memberikan transparansi penuh mengenai data ekonomi dan alasan spesifik di balik keputusan The Fed. Dalam rilis terbaru ini, The Fed mengkonfirmasi keputusan bulat 12-0 untuk mempertahankan suku bunga di level 3,5 hingga 3,75%. Mereka juga memberikan sinyal keras kepada pasar dengan menghapus peluang pelonggaran kebijakan demi fokus menstabilkan harga.

​Alasan utama The Fed menahan suku bunga sangat jelas: laju inflasi masih terlalu tinggi dan terus bergerak naik. Staf The Fed bahkan harus menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun 2026 hingga 2027 setelah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) diproyeksikan melonjak ke 4,1% pada bulan Mei. Lonjakan inflasi ini didorong oleh tiga faktor utama, yaitu imbas kenaikan tarif, guncangan suplai energi akibat penutupan Selat Hormuz, serta tingginya permintaan infrastruktur Artificial Intelligence (AI) yang mengerek harga barang, transportasi, dan tarif listrik.

​Dokumen ini juga membongkar adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat The Fed mengenai arah kebijakan ke depan. Meskipun pasar tenaga kerja terbilang stabil dengan tingkat pengangguran 4,3%, beberapa pejabat secara terbuka menilai suku bunga justru perlu dinaikkan lagi karena kebijakan saat ini dianggap belum cukup ketat untuk meredam harga. Dengan suku bunga riil yang saat ini nyaris menyentuh nol, catatan rapat ini menjadi peringatan bagi pelaku pasar bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga pada kuartal kedua 2027 tampaknya terlalu dini.

Copiedbagikan