

.png)
.png)

Data terbaru dari CryptoQuant menunjukkan pasar altcoin sedang menghadapi salah satu periode paling berat sejak 2020. Analis CryptoQuant, IT Tech, mengungkapkan bahwa tekanan jual altcoin di pasar spot telah mencapai level ekstrem yang belum pernah terlihat dalam lima tahun terakhir.
Menurut analisis tersebut, pasar spot altcoin telah mencatat arus jual bersih selama 15 bulan berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor secara konsisten melepas kepemilikan altcoin dibandingkan melakukan akumulasi.
Indikator yang mengukur selisih volume beli dan jual kumulatif untuk seluruh altcoin di luar Bitcoin dan Ethereum kini berada pada level negatif terdalam sejak CryptoQuant mulai mengumpulkan data pada 2020.
Menariknya, indikator tersebut sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada awal 2025 dan hampir kembali ke area netral. Namun tren tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual kembali meningkat tajam dan terus berlanjut hingga pertengahan 2026.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa minat investor terhadap altcoin masih relatif lemah meskipun pasar kripto secara keseluruhan telah mengalami beberapa periode pemulihan. Arus modal tampaknya lebih banyak mengalir ke aset yang dianggap lebih aman seperti Bitcoin, Ethereum, stablecoin, atau bahkan instrumen keuangan tradisional.
Fenomena tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya dominasi Bitcoin di pasar kripto. Ketika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi, termasuk altcoin dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil.
Bagi pelaku pasar, data CryptoQuant ini menjadi sinyal bahwa fase altseason masih belum terlihat dalam waktu dekat. Selama tekanan jual spot terus mendominasi dan arus modal belum kembali ke sektor altcoin, performa sebagian besar aset kripto di luar Bitcoin dan Ethereum berpotensi tetap tertinggal.