


​Pemerintahan Donald Trump berencana mengumumkan pembentukan koalisi untuk mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz guna mengatasi gangguan pengiriman di jalur vital tersebut. Dilansir dari The Wall Street Journal (WSJ), langkah ini diambil setelah konflik mendorong harga minyak global melonjak di atas $100 per barel. Meski Trump menyatakan terbuka untuk kesepakatan baru dengan syarat yang lebih baik, Abbas Araghchi dari pihak Iran menegaskan bahwa pihaknya belum meminta pembicaraan maupun gencatan senjata seiring pertempuran yang masih berlanjut.
​Pihak industri minyak juga telah memberikan peringatan kepada pemerintahan Trump bahwa krisis energi kemungkinan besar akan semakin memburuk. Dilansir dari WSJ, para CEO dari Exxon, Chevron, dan ConocoPhillips telah mewanti-wanti pejabat pemerintahan Trump bahwa gangguan di Selat Hormuz akibat perang dengan Iran akan semakin memperdalam krisis energi dunia.
​Sejauh ini, konflik tersebut telah melumpuhkan lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz dan mendorong harga minyak dunia melampaui ambang $100 per barel. Selain dampak ekonomi yang signifikan, krisis di kawasan ini dilaporkan telah merenggut sekitar 3.750 nyawa di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kedua belah pihak.