


Gunzilla Games, Developer game battle royale berbasis blockchain "Off The Grid", akhirnya memberikan tanggapan terkait tuduhan penundaan gaji yang disuarakan oleh sejumlah karyawannya. CEO Gunzilla Games, Vlad Korolev, mengakui adanya keterlambatan pembayaran kompensasi staf dengan alasan perlunya optimasi biaya demi kelangsungan operasional perusahaan di tengah kondisi market yang menantang.
Tuduhan ini mencuat setelah beberapa staf dan mantan karyawan membawa masalah ini ke platform LinkedIn. Mereka mengklaim tidak menerima gaji selama berbulan-bulan, bahkan ada yang menyebut tunggakan sudah terjadi sejak akhir tahun 2025. Menanggapi hal tersebut, Korolev menyatakan bahwa perusahaan sedang mengatur ulang arus kas, sebuah langkah yang menurutnya lumrah dilakukan oleh perusahaan di industri gaming dan teknologi saat ini untuk menjaga kepentingan pemain dan karyawan tetap jangka panjang.
Krisis internal ini menjadi sorotan tajam mengingat "Off The Grid" merupakan salah satu proyek Web3 gaming paling ambisius dengan pertumbuhan pemain yang sempat masif di awal peluncurannya. Namun, seiring dengan isu tunggakan gaji ini, performa aset digital perusahaan yakni token GUNZ dilaporkan mengalami penurunan nilai yang signifikan hingga 90%. Saat ini, beberapa mantan karyawan dilaporkan tengah menempuh jalur hukum di Uni Eropa untuk menuntut hak-hak finansial mereka yang belum terpenuhi.