asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.07032-0.09561 ( -57.62% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,872.0+1002.12 ( +1.57% )
tether usd iconcoti iconCOTIUSDT0.01472-0.00189 ( -11.38% )
tether usd icondexe iconDEXEUSDT2.372-0.484 ( -16.95% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,921.01+21.9 ( +1.15% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT54.974+0.22 ( +0.41% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000278+0.00000006 ( +2.21% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT74.53+1.21 ( +1.65% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.0876+0.0131 ( +1.22% )
Powered by
powered by triv
News

Ghana Percepat Regulasi Aset Kripto Sebelum 2025 Berakhir

User
October 17, 2025 | 08:21 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
October 17, 2025 | 08:21 WIB
Ghana Percepat Regulasi Aset Kripto Sebelum 2025 Berakhir

Pemerintah Ghana tengah mempercepat langkah menuju regulasi resmi untuk aset kripto dan aset virtual, yang ditargetkan akan berlaku sebelum akhir Desember 2025. Gubernur Bank Sentral Ghana, Johnson Asiama, mengonfirmasi hal tersebut dalam forum diskusi di sela-sela pertemuan International Monetary Fund (IMF) di Washington, Kamis (16/10).

“Aspek ini sangat penting, dan kami harus segera meningkatkan kapasitas untuk mengatur serta memantau transaksi kripto,” ujar Asiama dalam percakapan bersama Abebe Aemro Selassie, Direktur Departemen Afrika IMF. “Kami telah menyiapkan kerangka regulasi dan rancangan undang-undang baru untuk mengatur aset virtual. RUU itu akan segera diajukan ke parlemen, dan kami berharap pada akhir Desember regulasi kripto sudah mulai diterapkan di Ghana.”

Ghana — yang dikenal sebagai produsen emas terbesar di Afrika — kini tengah membentuk departemen baru di bawah otoritas moneter untuk fokus pada pengawasan aktivitas aset digital. Selain membangun tim pengawas khusus, bank sentral negara tersebut juga berupaya meningkatkan kompetensi teknis agar dapat mengatur perdagangan kripto secara efektif dan mencegah risiko yang mungkin timbul dari sektor ini.

Langkah ini menandai babak baru dalam upaya Afrika mengatur industri kripto yang berkembang pesat. Negara-negara seperti Nigeria, Kenya, dan Afrika Selatan sebelumnya telah memperkenalkan kebijakan awal untuk memantau aktivitas bursa dan penggunaan stablecoin di wilayah mereka.

Dengan semakin banyaknya warga Afrika yang menggunakan kripto untuk remitansi, investasi, dan aktivitas bisnis lintas negara, Ghana berupaya menyeimbangkan antara inovasi digital dan stabilitas sistem keuangan nasional.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan