asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconarbitrum iconARBUSDT0.1888+0.0101 ( +5.65% )
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.784+0.002 ( +0.26% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT79,764.0-78.25 ( -0.1% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,497.32+14.4 ( +0.58% )
tether usd iconhemi iconHEMIUSDT0.01121+0.00047 ( +4.38% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT86.868+1.43 ( +1.67% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT105.35+1.9 ( +1.84% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.02542-0.00395 ( -13.45% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4143-0.0013 ( -0.09% )
Powered by
powered by triv
News

Harga Minyak AS Diproyeksikan Tembus $85 per Barel Efek Ekskalasi Perang

User
July 14, 2026 | 16:32 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 14, 2026 | 16:32 WIB
Harga Minyak AS Diproyeksikan Tembus $85 per Barel Efek Ekskalasi Perang

Harga minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan akan melampaui $85 per barel pada bulan ini seiring meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Eskalasi konflik memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa baik Amerika Serikat maupun Iran tengah mempertimbangkan penerapan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak global melewatinya setiap hari.

Apabila kebijakan tersebut diterapkan, biaya pengiriman minyak diperkirakan akan meningkat dan berpotensi mendorong kenaikan harga energi di pasar internasional. Pelaku pasar juga mengkhawatirkan kemungkinan terganggunya arus distribusi minyak apabila konflik terus meluas.

Kenaikan harga minyak berpotensi memberikan dampak terhadap inflasi global karena meningkatkan biaya transportasi dan produksi. Kondisi ini dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral, termasuk Federal Reserve, yang masih memantau tekanan inflasi.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan