

.png)
.png)

Harga minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan akan melampaui $85 per barel pada bulan ini seiring meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Eskalasi konflik memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa baik Amerika Serikat maupun Iran tengah mempertimbangkan penerapan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak global melewatinya setiap hari.
Apabila kebijakan tersebut diterapkan, biaya pengiriman minyak diperkirakan akan meningkat dan berpotensi mendorong kenaikan harga energi di pasar internasional. Pelaku pasar juga mengkhawatirkan kemungkinan terganggunya arus distribusi minyak apabila konflik terus meluas.
Kenaikan harga minyak berpotensi memberikan dampak terhadap inflasi global karena meningkatkan biaya transportasi dan produksi. Kondisi ini dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral, termasuk Federal Reserve, yang masih memantau tekanan inflasi.