

.png)
.png)

Harga minyak Amerika Serikat melonjak tajam hingga melampaui $115 per barel, menjadi level tertinggi sejak Juni 2022. Lonjakan ini mencerminkan tekanan besar di pasar energi global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan minyak.
Kontrak berjangka minyak kini mencatat kenaikan sekitar 70% sepanjang bulan ini. Jika tren tersebut bertahan hingga akhir bulan, kenaikan ini berpotensi menjadi lonjakan bulanan terbesar dalam sejarah pasar minyak.
Penguatan harga terjadi ketika pasar menghadapi gangguan distribusi energi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah serta potensi gangguan pada jalur pelayaran energi utama dunia meningkatkan premi risiko di pasar komoditas.
Kenaikan tajam harga minyak juga meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak inflasi global. Harga energi yang lebih tinggi dapat mendorong biaya produksi dan transportasi di berbagai sektor ekonomi.
Analis pasar energi menilai volatilitas harga minyak kemungkinan masih akan berlanjut selama ketidakpastian geopolitik tetap tinggi. Investor kini memantau perkembangan situasi global untuk menilai apakah lonjakan harga energi ini akan berlanjut atau mulai stabil dalam waktu dekat.