


Token Hyperliquid (HYPE) melonjak 12,5% hingga menyentuh area $30,77 setelah para trader beralih ke platform bursa terdesentralisasi (DEX) tersebut untuk melakukan lindung nilai di tengah eskalasi konflik AS-Iran. Berdasarkan data market, volume perdagangan kontrak perpetual komoditas meningkat drastis dengan perak mencapai $227 juta dan emas sebesar $173 juta dalam 24 jam terakhir. Langkah ini merupakan respons strategis investor terhadap meningkatnya risiko geopolitik yang mengancam stabilitas pasokan energi di Selat Hormuz.
​Lonjakan aktivitas ini dipicu oleh keunggulan Hyperliquid dalam menyediakan akses perdagangan aset makro selama 24 jam, terutama saat bursa tradisional sedang tutup. Kontrak berjangka minyak di platform ini tercatat naik lebih dari 5%, memperkuat analisis investor makro Jordi Visser yang menyebut kripto sebagai instrumen paling responsif di masa krisis. Infrastruktur on-chain terbukti mampu melakukan price discovery real-time dengan efisiensi yang melampaui sistem keuangan konvensional dalam situasi darurat.
​Meski market kripto sempat menunjukkan volatilitas tinggi, aktivitas open interest di Hyperliquid justru mencatat rekor baru yang mengindikasikan kepercayaan investor. Fokus market kini tertuju pada ketahanan platform ini dalam menangani volume transaksi besar di tengah ancaman blokade jalur distribusi minyak oleh Iran.