

.png)
.png)

Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, berada di jalur untuk membukukan kenaikan sekitar 36% sepanjang kuartal ini, yang akan menjadi lonjakan kuartalan terbesar sejak pencatatan modern dimulai pada 1965.
Reli tersebut didorong oleh kombinasi sentimen positif terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI), melemahnya nilai tukar yen yang meningkatkan daya saing eksportir Jepang, serta meningkatnya minat investor global terhadap pasar saham Jepang.
Saham-saham perusahaan teknologi dan semikonduktor menjadi motor utama penguatan Nikkei dalam beberapa bulan terakhir. Optimisme terhadap permintaan chip AI serta prospek pertumbuhan ekonomi Jepang turut mendorong arus masuk dana asing ke pasar saham negara tersebut.
Pelemahan yen terhadap dolar AS juga memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor seperti Toyota, Sony, dan produsen elektronik lainnya. Nilai tukar yang lebih lemah meningkatkan pendapatan luar negeri ketika dikonversi ke mata uang domestik.
Selain faktor fundamental, ekspektasi bahwa reformasi tata kelola perusahaan dan peningkatan imbal hasil bagi pemegang saham akan terus berlanjut juga menjadi daya tarik bagi investor internasional.
Apabila kenaikan tersebut bertahan hingga akhir kuartal, performa Nikkei akan mencatat sejarah baru sebagai reli kuartalan terbesar dalam lebih dari enam dekade, sekaligus memperkuat posisi Jepang sebagai salah satu pasar saham dengan kinerja terbaik di dunia sepanjang tahun ini.