


Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran untuk segera mengangkat ranjau laut yang dilaporkan mulai disebar di Selat Hormuz. Meski menyatakan AS belum menerima laporan fisik yang mengonfirmasi keberadaan ranjau tersebut, Trump menegaskan bahwa jika peringatan ini diabaikan, Iran akan menghadapi konsekuensi militer dengan skala militer yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
​Ancaman ini muncul setelah intelijen AS mendeteksi pergerakan kapal-kapal kecil Iran yang diduga membawa ribuan ranjau untuk menyabotase jalur minyak dunia. Trump memberikan pilihan tegas: jika Iran membatalkan penyebaran ranjau, hal itu akan dianggap sebagai langkah perdamaian besar, namun jika nekat, AS siap meluncurkan serangan balasan yang diklaim akan jauh lebih keras dari operasi militer sebelumnya.