


Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk benar benar mengirim kapal perang Angkatan Laut AS guna mengawal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara IRGC Alimohammad Naini dan dikutip oleh media pemerintah Iran pada Jumat. Naini menyatakan Iran justru menyambut jika Amerika Serikat benar benar mengirim armada militernya untuk mengawal kapal tanker di jalur energi paling penting di dunia tersebut.
“Iran sangat menyambut pengawalan kapal tanker minyak dan kehadiran pasukan Amerika Serikat untuk melintasi Selat Hormuz. Kami bahkan menunggu kedatangan mereka,” kata Naini menurut laporan media pemerintah Iran.
Komentar Iran tersebut muncul setelah Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat dapat mulai mengawal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz jika situasi keamanan memburuk.
Ketegangan di Timur Tengah yang meningkat dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz terganggu. Jalur laut strategis tersebut merupakan salah satu titik terpenting bagi distribusi minyak global.
Dalam pernyataannya, Naini juga mengingatkan Amerika Serikat terhadap sejumlah insiden serangan kapal tanker di masa lalu. Ia menyinggung peristiwa kebakaran pada supertanker Amerika Bridgeton pada tahun 1987 serta beberapa kapal tanker yang baru baru ini menjadi target serangan di kawasan tersebut.
Menurut laporan terbaru, sedikitnya sembilan kapal telah diserang sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Selain itu, IRGC juga dilaporkan telah memerintahkan sejumlah kapal untuk tidak melintasi Selat Hormuz yang merupakan jalur perdagangan energi paling vital di dunia.