

.png)
.png)

Jaksa Agung Negara Bagian New York (New York Attorney General/NY AG) mengajukan gugatan terhadap platform prediction market Kalshi dengan tuduhan mengoperasikan aktivitas perjudian tanpa izin melalui kontrak prediksi bertema olahraga, pemilu, dan budaya. Gugatan yang diajukan pada 31 Juli itu menuntut ganti rugi lebih dari $36 miliar dalam bentuk restitusi, pengembalian keuntungan (disgorgement), serta denda berlipat (treble penalties).
Dalam gugatan tersebut, NY AG juga meminta pengadilan menghentikan seluruh operasi Kalshi di New York serta melarang perusahaan menawarkan kontrak prediksi kepada warga negara bagian tersebut. Otoritas menilai produk yang ditawarkan Kalshi memenuhi unsur perjudian yang berada di luar ruang lingkup izin yang dimiliki perusahaan.
Kasus ini menjadi tantangan hukum terbesar bagi Kalshi, yang saat ini merupakan platform prediction market terbesar di Amerika Serikat. Pada Juni lalu, volume perdagangan Kalshi dilaporkan mencapai sekitar $33 miliar, mencerminkan pesatnya pertumbuhan pasar kontrak prediksi dalam beberapa tahun terakhir.
Gugatan tersebut juga mempertegas konflik kewenangan antara pemerintah negara bagian dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Kalshi selama ini berpendapat bahwa kontrak yang diperdagangkan merupakan produk derivatif yang berada di bawah pengawasan CFTC, sementara sejumlah negara bagian menilai produk tersebut termasuk aktivitas perjudian yang memerlukan izin tersendiri.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.