asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.05781-0.01341 ( -18.83% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT62,966.0-1759.23 ( -2.72% )
tether usd iconcoti iconCOTIUSDT0.01761+0.00333 ( +23.32% )
tether usd icondexe iconDEXEUSDT2.52+0.082 ( +3.36% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,866.31-51.99 ( -2.71% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT53.051-1.83 ( -3.34% )
tether usd iconmomentum iconMMTUSDT0.1931-0.0551 ( -22.2% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT72.97-1.62 ( -2.17% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.0638-0.0243 ( -2.23% )
Powered by
powered by triv
News

Jaksa Agung New York Gugat Kalshi $36 Miliar Atas Aktivitas Judi Tanpa Izin

User
July 31, 2026 | 18:38 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 31, 2026 | 18:38 WIB
Jaksa Agung New York Gugat Kalshi $36 Miliar Atas Aktivitas Judi Tanpa Izin

Jaksa Agung Negara Bagian New York (New York Attorney General/NY AG) mengajukan gugatan terhadap platform prediction market Kalshi dengan tuduhan mengoperasikan aktivitas perjudian tanpa izin melalui kontrak prediksi bertema olahraga, pemilu, dan budaya. Gugatan yang diajukan pada 31 Juli itu menuntut ganti rugi lebih dari $36 miliar dalam bentuk restitusi, pengembalian keuntungan (disgorgement), serta denda berlipat (treble penalties).

Dalam gugatan tersebut, NY AG juga meminta pengadilan menghentikan seluruh operasi Kalshi di New York serta melarang perusahaan menawarkan kontrak prediksi kepada warga negara bagian tersebut. Otoritas menilai produk yang ditawarkan Kalshi memenuhi unsur perjudian yang berada di luar ruang lingkup izin yang dimiliki perusahaan.

Kasus ini menjadi tantangan hukum terbesar bagi Kalshi, yang saat ini merupakan platform prediction market terbesar di Amerika Serikat. Pada Juni lalu, volume perdagangan Kalshi dilaporkan mencapai sekitar $33 miliar, mencerminkan pesatnya pertumbuhan pasar kontrak prediksi dalam beberapa tahun terakhir.

Gugatan tersebut juga mempertegas konflik kewenangan antara pemerintah negara bagian dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Kalshi selama ini berpendapat bahwa kontrak yang diperdagangkan merupakan produk derivatif yang berada di bawah pengawasan CFTC, sementara sejumlah negara bagian menilai produk tersebut termasuk aktivitas perjudian yang memerlukan izin tersendiri.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan