asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT63,264.0+1189.35 ( +1.92% )
EPICUSDT0.349+0.03 ( +9.4% )
ETHUSDT1,747.22+13.44 ( +0.78% )
HYPEUSDT67.377+0.9 ( +1.35% )
IAGUSDT0.02145-0.00773 ( -26.49% )
NFPUSDT0.00379-0.00164 ( -30.2% )
SDEXUSDT0.000614-0.000676 ( -52.4% )
SOLUSDT78.04+1.0 ( +1.3% )
TACUSDT0.00427+0.0015 ( +54.15% )
Powered by
Breaking News

Klaim Lindungi Selat Hormuz, AS Serang 90 Fasilitas Militer Iran

User
July 9, 2026 | 10:17 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 9, 2026 | 10:17 WIB
Klaim Lindungi Selat Hormuz, AS Serang 90 Fasilitas Militer Iran

Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran pada 8 Juli melalui Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Operasi tersebut ditujukan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial dan kapal sipil di Selat Hormuz.

Dalam operasi terbaru, pasukan AS menyerang sekitar 90 target militer Iran. Sasaran meliputi sistem pertahanan udara, aset pengawasan pesisir, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kapabilitas angkatan laut, hingga infrastruktur logistik militer yang berada di sepanjang garis pantai Iran.

Serangan tersebut merupakan kelanjutan dari operasi militer yang telah dilakukan sehari sebelumnya. Pada 7 Juli, CENTCOM melaporkan telah menghantam sekitar 80 target militer Iran, termasuk lebih dari 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Menurut pernyataan resmi militer AS, operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Iran setelah tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz menjadi sasaran serangan.

Pemerintah AS menegaskan bahwa operasi militer ini bertujuan menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute distribusi minyak paling penting di dunia. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok energi global dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

CENTCOM menyatakan pasukan Amerika Serikat tetap berada dalam kondisi siaga penuh dan siap melaksanakan operasi lanjutan sesuai arahan Presiden AS apabila situasi keamanan di kawasan terus memburuk.

Meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan terus menjadi perhatian pelaku pasar global, mengingat ketegangan di Timur Tengah kerap berdampak pada harga minyak, nilai tukar, serta sentimen terhadap aset berisiko seperti saham dan kripto.

Copiedbagikan