asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.0001839-0.000004 ( -1.97% )
BTCUSDT71,101.8+1883.43 ( +2.72% )
CHESSUSDT0.00701-0.00153 ( -17.92% )
ETHUSDT2,095.4+14.28 ( +0.69% )
NRNUSDT0.01434+0.01041 ( +264.89% )
SLVONUSDT74.02+3.23 ( +4.57% )
SOLUSDT87.37+0.25 ( +0.29% )
XAUTUSDT5,003.8+27.87 ( +0.56% )
XRPUSDT1.4513+0.0312 ( +2.2% )
Powered by
News

Korea Selatan Perketat Pengawasan Kripto pada 2026

User
February 9, 2026 | 10:45 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
February 9, 2026 | 10:45 WIB
Korea Selatan Perketat Pengawasan Kripto pada 2026

Otoritas pengawas keuangan Korea Selatan, Financial Supervisory Service, mengumumkan rencana kerja 2026 pada 9 Februari yang menitikberatkan pada penindakan manipulasi pasar kripto berisiko tinggi dan penguatan kerangka regulasi aset digital.

Dalam rencana tersebut, FSS akan memprioritaskan investigasi terhadap berbagai pola manipulasi, termasuk aksi whale, skema containment atau ramp, penyalahgunaan order berbasis API, serta penyebaran misinformasi melalui media sosial. Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, regulator akan memanfaatkan perangkat berbasis kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi lonjakan aktivitas tidak wajar dan analisis teks secara otomatis.

Selain penindakan, FSS juga membentuk kelompok kerja khusus untuk mendukung legislasi tahap kedua melalui Digital Asset Basic Act. Kelompok ini akan menyiapkan pedoman teknis yang mencakup kewajiban pengungkapan dalam penerbitan dan perdagangan aset digital, serta manual perizinan bagi pelaku usaha kripto.

Regulator turut merencanakan penyempurnaan tata kelola biaya bursa kripto, termasuk pengaturan manajemen dan kewajiban transparansi biaya kepada pengguna. Langkah ini bertujuan meningkatkan perlindungan investor dan memperbaiki praktik pasar.

Rencana 2026 tersebut menegaskan pendekatan Korea Selatan yang semakin proaktif dalam mengawasi industri kripto, dengan kombinasi penegakan hukum berbasis teknologi dan penyusunan regulasi yang lebih komprehensif.

Copiedbagikan