

.png)
.png)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan skema Bond Stabilization Fund sebagai langkah untuk menjaga stabilitas pasar obligasi domestik dan menahan tekanan terhadap rupiah di tengah volatilitas global.
Dana stabilisasi ini akan digunakan untuk melakukan pembelian kembali surat utang negara di pasar sekunder guna menjaga harga obligasi tetap stabil dan menekan lonjakan yield yang dalam beberapa bulan terakhir terus meningkat.
Purbaya menyebut langkah tersebut penting agar pasar keuangan Indonesia tidak mudah “digoyang” oleh arus keluar masuk investor asing. Menurutnya, kenaikan yield obligasi berpotensi memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong tekanan lebih besar terhadap pasar domestik.
Ia juga menjelaskan bahwa Bond Stabilization Fund bukan skema baru, melainkan instrumen lama milik Kementerian Keuangan yang selama ini tidak pernah diaktifkan. Pemerintah kini berencana menghidupkan kembali instrumen tersebut untuk meredam gejolak di pasar keuangan.
Selain menggunakan dana pemerintah, skema ini juga disebut dapat melibatkan sejumlah special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan untuk membantu stabilisasi harga obligasi.
Kebijakan ini muncul di tengah tekanan terhadap rupiah dan meningkatnya ketidakpastian global akibat gejolak geopolitik serta pergerakan investor asing di pasar obligasi negara berkembang.