Laporan riset terbaru dari Galaxy Research mengungkapkan bahwa lebih dari separuh total pasokan Bitcoin (BTC) yang beredar saat ini berada di alamat wallet tanpa atribut atau identitas pemilik yang teridentifikasi. Meskipun arus adopsi institusional dan penyerapan oleh entitas terpusat meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas aset Bitcoin masih disimpan secara mandiri (self-custody) oleh individu.
​Berdasarkan data "State Of Bitcoin Supply Ownership" per 14 Oktober 2026 yang diterbitkan oleh Galaxy Research, porsi terbesar dari total pasokan BTC didominasi oleh kategori No Attribution yang mencapai 55,1% atau sekitar 11,1 juta BTC. Sementara itu, kategori yang memiliki label resmi (Labelled) mencakup bursa kripto sebesar 17,9%, produk ETF dan dana kelolaan sebesar 6,0%, lembaga kustodian (custodians) sebesar 3,9%, serta miner sebesar 3,8%. Pemilikan oleh perusahaan mencakup 3,6%, pemerintah sebesar 2,1%, dan estimasi wallet era Satoshi Nakamoto (Patoshi pattern) sebesar 5,6%.
​Alex Thorn dari Galaxy Research menekankan bahwa struktur kepemilikan ini membuktikan prinsip dasar Bitcoin sebagai aset terdesentralisasi yang tetap terjaga. Di sisi lain, dominasi wallet anonim ini mempertegas kondisi supply crunch di pasar, di mana porsi BTC yang benar-benar aktif diperdagangkan di bursa jauh lebih sedikit ketimbang total pasokan beredar. Kendati ETF dan bursa besar terus menarik perhatian publik, porsi kepemilikan terbesar di jaringan Bitcoin tetap dipegang oleh para pengguna individu yang memilih untuk mengelola private key mereka sendiri.



