


Seorang investor kripto mengalami kerugian besar senilai $50,3 juta atau setara Rp850 miliar akibat kesalahan saat melakukan pertukaran aset (swap) di jaringan Ethereum, Kamis (12/03). Insiden ini diduga terjadi karena rendahnya likuiditas pada pasangan aset yang dipilih, sehingga nilai tukar anjlok secara ekstrem hingga lebih dari 99%.
Berdasarkan data on-chain, kronologi bermula saat wallet dengan alamat 0x98b...7ac8 menukarkan 50,4 juta aset aUSDT di protokol Aave menjadi aAAVE melalui platform CoW Protocol. Namun, karena ketersediaan aset di liquidity pool tidak mencukupi untuk melayani order sebesar itu, korban hanya menerima 327 aAAVE yang nilainya saat itu hanya berkisar $35.900 atau sekitar Rp600 juta membuat modal ratusan miliar rupiah ludes dalam satu transaksi.
Transaksi ini terekam secara permanen di jaringan Ethereum dengan hash:
0x9fa9feab3c1989a33424728c23e6de07a40a26a98ff7ff5139f3492ce430801f
Insiden ini menuai beragam reaksi dari komunitas kripto. Sejumlah analis berspekulasi bahwa platform sebenarnya sudah menampilkan peringatan risiko selisih harga atau slippage yang sangat tinggi, namun transaksi tersebut tetap dilanjutkan. Korban diduga mengeksekusi swap secara terburu-buru tanpa memperhatikan peringatan sistem, atau tanpa menggunakan alat bantu transaksi yang lebih aman.