


​Langkah likuidasi mengejutkan terjadi di industri kripto setelah empat wallet yang tidak aktif selama delapan tahun mendadak aktif kembali. Berdasarkan data pantauan dari Lookonchain pada Sabtu (27/6), wallet lama tersebut secara masif menjual sebagian besar simpanan mereka sebanyak 33.623 ETH. Aksi jual ini dieksekusi pada harga rata-rata $1.560 per ETH, mencatatkan nilai total divestasi mencapai $52,5 juta atau sekitar Rp858 miliar.
​Fenomena lepas aset oleh whale lama ini terjadi justru di saat Ethereum tengah berjuang mempertahankan posisinya di zona kritis. Penjualan ini langsung mengubah peta psikologis pasar, menggeser fokus investor dari sekadar pergerakan harian menjadi sebuah ujian besar untuk melihat apakah spot buyer baru mampu menyerap tekanan jual dari para whale lama tersebut.
​Beban penyerapan pasokan ini terasa semakin berat mengingat performa produk investasi institusional juga sedang melemah. Data menunjukkan produk spot Ethereum ETF di Amerika Serikat terus mencatatkan net outflows sepanjang pekan lalu dari 22 Juni hingga 26 Juni, yang secara efektif mengurangi saluran likuiditas utama di market spot. Ditambah lagi, dominasi Ethereum di sektor DeFi terus mendapat tantangan ketat dari ekosistem alternatif seperti Solana dan layer-2 lainnya, sehingga memicu keraguan di kalangan investor ritel mengenai kecepatan pemulihan harga ke depan.