asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
AIAUSDT0.212367-0.001777 ( -0.83% )
BTCUSDT89,349.4-565.57 ( -0.63% )
ETHUSDT2,952.39-59.42 ( -1.97% )
HYPEUSDT21.4-0.34 ( -1.56% )
PAXGUSDT4,967.92+120.7 ( +2.49% )
SOLUSDT128.58-2.07 ( -1.58% )
XAUTUSDT4,945.4+117.79 ( +2.44% )
XRUSDT0.009175-0.0001 ( -1.04% )
XRPUSDT1.9268-0.0425 ( -2.16% )
Powered by
News

Pendiri CBDC China Yao Qian Diperiksa Terkait Kasus ICO dan Suap ETH

User
January 16, 2026 | 18:29 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
January 16, 2026 | 18:29 WIB
Pendiri CBDC China Yao Qian Diperiksa Terkait Kasus ICO dan Suap ETH

Yao Qian, pendiri proyek central bank digital currency (CBDC) China sekaligus figur yang pernah masuk daftar Top 10 Most Influential People versi CoinDesk pada 2017, kini tengah berada di bawah penyelidikan pemerintah China. Ia dituduh membantu proses pencatatan sebuah initial coin offering (ICO) pada 2018 yang berhasil menghimpun sekitar 20.000 ETH, serta diduga menerima suap sebesar 2.000 ETH.

Menurut informasi yang beredar, kasus ini berkaitan dengan aktivitas di masa awal ledakan ICO global, ketika pengawasan regulasi terhadap penerbitan token masih relatif longgar. Pemerintah China menilai keterlibatan Yao Qian dalam proses tersebut sebagai pelanggaran serius, mengingat posisinya yang strategis dalam pengembangan infrastruktur keuangan digital negara.

Penyelidikan juga mengungkap bahwa Yao Qian disebut telah menjual sebagian kepemilikan ETH miliknya pada 2021, saat harga Ethereum berada di kisaran $4.000. Detail mengenai jumlah ETH yang dijual maupun waktu transaksi tersebut masih menjadi bagian dari investigasi yang berlangsung.

Kasus ini menarik perhatian luas karena Yao Qian dikenal sebagai salah satu arsitek utama di balik pengembangan digital yuan, proyek mata uang digital bank sentral China yang menjadi salah satu CBDC paling maju di dunia. Dugaan keterlibatan dalam aktivitas ICO dan penerimaan suap kripto dinilai bertentangan dengan peran tersebut serta kebijakan ketat China terhadap kripto swasta.

Hingga kini, otoritas China belum merilis pernyataan resmi terkait status hukum Yao Qian maupun potensi sanksi yang akan dijatuhkan. Perkembangan kasus ini dipantau ketat oleh pelaku pasar dan pengamat kebijakan, mengingat implikasinya terhadap narasi tata kelola, integritas pejabat, dan arah kebijakan aset digital di China.

Copiedbagikan