


Penerbit stablecoin USDC, Circle, soroti celah besar dalam infrastruktur keuangan global saat berbicara di World Economic Forum (WEF), Kamis (22/1). CEO Circle, Jeremy Allaire, menegaskan bahwa sistem perbankan tradisional tidak akan memiliki kapasitas untuk menangani volume dan kecepatan transaksi yang dijalankan oleh agen ekonomi berbasis Kecerdasan Buatan (AI).
​Allaire memproyeksikan bahwa dalam waktu dekat, market global akan dibanjiri oleh miliaran agen AI yang melakukan aktivitas ekonomi secara otonom dan terus-menerus. Menurutnya, entitas digital ini membutuhkan sistem pembayaran yang serba cepat, programmable, dan beroperasi 24/7. Ia menilai saat ini tidak ada alternatif lain yang memadai selain stablecoin untuk mengimbangi laju perubahan teknologi tersebut.
​Integrasi ini diprediksi akan mengubah lanskap operasional institusi keuangan secara drastis. Allaire mencontohkan bahwa operator treasury dan manajer dana kelak akan dibantu oleh agen AI yang memiliki refleks kilat untuk memantau seluruh pergerakan market sekaligus, sebuah kapabilitas yang sulit diimbangi oleh proses manual perbankan konvensional.
​Selain itu, sektor neobank juga disebut akan mendapatkan keuntungan besar dari pergeseran ini. Dengan memanfaatkan agen AI di sisi back-end, bank digital dapat mengakses yield kompetitif dari protokol DeFi secara langsung bagi pengguna mereka, mendemokratisasi akses ke produk keuangan yang sebelumnya sulit dijangkau investor ritel.