


Pemerintah Amerika Serikat resmi merilis dokumen kesepakatan damai Trilateral Framework antara AS, Israel, dan Lebanon yang ditandatangani di Washington D.C. pada Sabtu (27/6). Kesepakatan yang diinisiasi oleh pemerintahan AS ini berfokus pada pemulihan kedaulatan penuh Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) serta pelucutan senjata menyeluruh terhadap kelompok bersenjata Hizbullah. Dokumen tersebut menegaskan bahwa Israel tidak memiliki ambisi teritorial dan siap menarik pasukannya secara bertahap seiring dengan pemulihan keamanan di wilayah Lebanon Selatan.
Merespons rilis dokumen tersebut, eskalasi politik di Timur Tengah justru kembali memanas setelah pemerintah Iran secara terbuka menyatakan tidak mengakui kerangka kesepakatan trilateral tersebut. Berdasarkan laporan sumber diplomatik, Iran tetap menuntut penarikan mundur pasukan Israel secara penuh tanpa syarat tambahan. Akibat sentimen di Lebanon ini, ditambah adanya ancaman dari Trump serta serangan militer ke Iran, dialog bilateral antara AS dan Iran di Swiss terkait program nuklir yang seharusnya digelar pada Minggu (28/6) kini resmi mengalami jalan buntu dan dinyatakan batal.
Di sisi lain, implementasi di lapangan terus berjalan di mana Komandan CENTCOM, Jenderal Brad Cooper, dijadwalkan segera terbang dari Israel menuju Lebanon. Kunjungan mendesak ini bertujuan untuk membahas pembentukan komite tripartit yang akan mengawasi jalannya mekanisme keamanan dan pemulihan zona percontohan. Di bawah perjanjian ini, AS juga berkomitmen menggalang dana internasional untuk rekonstruksi ekonomi Lebanon, dengan catatan ketat bahwa aliran dana tersebut dilarang keras mengalir ke kelompok bersenjata non-negara.