​Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah AS akan menerapkan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance) dan memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran. Berbicara di sela pertemuan para menteri keuangan G20 di Asheville, North Carolina, pada Selasa (1/9), Bessent mengungkapkan bahwa pemerintah AS bersiap mengumumkan paket sanksi baru membidik sektor perbankan yang bertransaksi dengan Iran pada pekan ini, disusul serangkaian langkah pengetatan tambahan pada pekan depan.
​Berdasarkan laporan Reuters, paket sanksi sekunder ini pada tahap awal difokuskan pada institusi keuangan dan perbankan. Departemen Keuangan AS bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memutus total akses lembaga-lembaga yang melanggar dari sistem kliring global berbasis dolar AS. Selain perbankan, otoritas AS juga tengah meninjau sanksi terhadap sektor penyewaan pesawat (aircraft leasing) serta entitas korporasi mana pun yang terbukti menjalin hubungan bisnis dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
​Bessent juga menyampaikan peringatan keras secara langsung kepada pihak IRGC terkait pelacakan aset tersembunyi mereka di berbagai yurisdiksi lepas pantai. "Kami tahu perusahaan trust mana di British Virgin Islands yang memegang rekening Anda. Kami juga mengetahui keberadaan rumah-rumah mewah senilai $100 juta milik Anda di seluruh dunia, dan kami akan membekukannya," tegas Bessent. Selain itu, ia mengonfirmasi telah menjalin komunikasi privat dengan China guna meredam potensi pengembangan senjata nuklir Iran serta memastikan stabilitas navigasi pelayaran di Selat Hormuz.



