asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT67,343.0-91.71 ( -0.14% )
COREUSDT0.02911-0.0043 ( -12.87% )
DUSDT0.00662-0.00017 ( -2.5% )
ETHUSDT2,055.84-0.14 ( -0.01% )
GUSDT0.00445+0.001 ( +28.99% )
NOMUSDT0.0033-0.0002 ( -5.71% )
SOLUSDT83.1-0.94 ( -1.12% )
TRXUSDT0.3215-0.0013 ( -0.4% )
XRPUSDT1.3201-0.0361 ( -2.66% )
Powered by
News

Riset Google Sebut Komputer Kuantum Bisa Retas Bitcoin dalam 9 Menit

User
March 31, 2026 | 11:15 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 31, 2026 | 11:15 WIB
Riset Google Sebut Komputer Kuantum Bisa Retas Bitcoin dalam 9 Menit

Penelitian dari Google mengungkap potensi risiko baru terhadap keamanan Bitcoin, di mana komputer kuantum disebut mampu memecahkan private key dalam waktu sekitar 9 menit.

Waktu tersebut hanya terpaut satu menit dari rata rata waktu pembentukan blok Bitcoin yang berada di kisaran 10 menit. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi serangan pada mempool, yaitu kumpulan transaksi yang belum dikonfirmasi di jaringan.

Dalam skenario ini, pelaku dengan akses ke komputer kuantum berpotensi memanfaatkan celah waktu sebelum transaksi dikonfirmasi untuk mencoba mengambil alih aset melalui pemecahan kunci privat.

Ancaman ini mendorong urgensi pengembangan dan adopsi kriptografi tahan kuantum atau post quantum cryptography, yang dirancang untuk menghadapi kemampuan komputasi generasi berikutnya.

Sejauh ini, jaringan Bitcoin masih menggunakan algoritma kriptografi konvensional yang dianggap aman terhadap komputer klasik, namun berpotensi rentan terhadap komputer kuantum dengan kapasitas tinggi.

Meski teknologi komputer kuantum yang mampu melakukan serangan tersebut belum tersedia secara luas, penelitian ini menjadi peringatan dini bagi ekosistem kripto untuk mulai mempersiapkan transisi ke sistem keamanan yang lebih kuat.

Isu keamanan berbasis kuantum kini menjadi salah satu topik penting dalam pengembangan blockchain, seiring meningkatnya kemampuan teknologi komputasi di masa depan.

Copiedbagikan