

.png)
.png)

Nilai tukar rupiah terhadap US Dollar dibuka melemah di level Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan 19 Mei, memperpanjang tren depresiasi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Pelemahan ini menempatkan rupiah semakin dekat dengan level terendah sepanjang sejarah, di tengah tekanan kuat dari penguatan dolar AS secara global.
Faktor eksternal masih menjadi pendorong utama, mulai dari kenaikan yield obligasi AS, ketidakpastian kebijakan suku bunga global, hingga tensi geopolitik yang mendorong investor beralih ke aset safe haven.
Di sisi domestik, arus modal keluar dari pasar saham dan obligasi turut memperberat tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan fiskal.
Bank Indonesia disebut terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valas serta penguatan instrumen moneter untuk menjaga keseimbangan nilai tukar.
Level Rp17.700 menjadi salah satu titik krusial yang mencerminkan tekanan tinggi terhadap mata uang domestik, sekaligus menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam jangka pendek.