asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT78,482.7+408.33 ( +0.52% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,446.69-10.25 ( -0.42% )
tether usd iconhelium iconHNTUSDT0.7517+0.1255 ( +20.04% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT81.345-2.06 ( -2.47% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT103.26-1.51 ( -1.44% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.722-0.016 ( -2.17% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.03334-0.00218 ( -6.14% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3734-0.0181 ( -1.3% )
tether usd iconboundless iconZKCUSDT0.0538-0.0014 ( -2.54% )
Powered by
powered by triv
News - Breaking News

Saling Serang, Iran Gempur Infrastruktur Militer di Kuwait, AS Balas di Selat Hormuz

User
July 13, 2026 | 01:41 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 13, 2026 | 01:42 WIB
Saling Serang, Iran Gempur Infrastruktur Militer di Kuwait, AS Balas di Selat Hormuz

​Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah meningkat drastis setelah terjadi aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat di wilayah Kuwait serta Selat Hormuz pada Senin (13/7) Dinihari. Eskalasi dimulai ketika Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan drone yang menargetkan sistem peluncur roket HIMARS milik Amerika Serikat di Kuwait. Media pemerintah Iran, Fars, mengklaim operasi tersebut berhasil menghancurkan aset militer AS.

​Secara bersamaan, infrastruktur energi dan wilayah perbatasan Kuwait turut terdampak. Militer Kuwait melaporkan bahwa serangan drone Iran mengenai anjungan pengeboran minyak milik Kuwait Oil Company, mengakibatkan kerusakan material dan melukai seorang pekerja. Selain itu, tiga pos perbatasan di wilayah utara Kuwait juga dilaporkan mengalami kerusakan. Insiden ini tercatat sebagai serangan pertama Iran terhadap infrastruktur energi di wilayah tersebut dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

​Amerika Serikat merespons serangan tersebut dengan melancarkan serangan udara balasan secara intensif. Mengutip laporan Axios, militer AS menargetkan kapal-kapal kecil milik IRGC yang berada di beberapa lokasi dekat Selat Hormuz, serta menghancurkan sistem pertahanan udara dan rudal milik Iran. Laporan Mehr kemudian mengonfirmasi bahwa dua proyektil telah menghantam Pulau Abu Musa sebagai dampak dari serangan balasan tersebut.

​Eskalasi konflik yang kian memanas ini langsung mempengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah WTI merangkak ke level $74 per barel, sementara minyak Brent naik ke harga $79 per barel.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read