


​Bursa kripto tersentralisasi (CEX) AscendEX resmi mengumumkan penghentian seluruh operasional platform mereka terhitung sejak 1 Juli 2026. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, akses akun kini dibatasi hanya untuk keperluan penarikan dana (limited exit). Pihak manajemen menyatakan bahwa semua permintaan penarikan dana saat ini harus melalui proses peninjauan manual, sehingga berpotensi mengalami keterlambatan, membutuhkan informasi tambahan, atau bahkan gagal diproses.
​Sebelum pengumuman penutupan ini dirilis, detektif on-chain ZachXBT sebenarnya telah mengeluarkan peringatan keras kepada publik mengenai kejanggalan pada bursa tersebut. ZachXBT mengungkapkan bahwa AscendEX tengah menghadapi gelombang laporan dari pengguna terkait penarikan dana yang tertunda atau tidak diproses. Hasil analisis on-chain miliknya juga menunjukkan bahwa public hot wallets milik AscendEX terpantau kosong dan kekurangan aset-aset utama seperti ETH, USDT, dan SOL.
​Kondisi ini menandai kejatuhan tragis bagi platform yang awalnya didirikan pada tahun 2018 oleh George Cao dan Ariel Ling dengan nama BitMax. AscendEX sempat meroket hingga masuk dalam jajaran 10 besar bursa kripto global berdasarkan volume perdagangan, serta berhasil mengamankan pendanaan Seri B senilai 50 juta dolar AS pada tahun 2021 yang dipimpin oleh raksasa modal ventura Polychain Capital dan Hack VC. Namun, reputasi bursa yang dipimpin oleh lulusan doktor dari University of Chicago ini terus merosot, terlebih setelah sempat terpukul oleh insiden peretasan senilai $78 juta yang terafiliasi dengan Lazarus Group pada akhir 2021 silam.