asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.4087+0.0093 ( +2.33% )
ARGUSDT0.2817+0.0821 ( +41.13% )
BTCUSDT63,838.0-732.23 ( -1.13% )
ETHUSDT1,862.33-52.66 ( -2.75% )
HEIUSDT0.1116+0.0055 ( +5.18% )
HOMEUSDT0.00968-0.00714 ( -42.45% )
HYPEUSDT61.06-5.44 ( -8.18% )
SOLUSDT75.46-1.41 ( -1.83% )
TRXUSDT0.3232-0.0009 ( -0.28% )
Powered by
News - Web3

Seniman Ini Jual 75 NFT Senilai Rp22 M, Buktikan Adopsi Blockchain di Sektor Seni Semakin Matang

User
July 17, 2026 | 04:48 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 17, 2026 | 04:52 WIB
Seniman Ini Jual 75 NFT Senilai Rp22 M, Buktikan Adopsi Blockchain di Sektor Seni Semakin Matang

Seniman digital Toadswiback menorehkan catatan bersejarah pada Kamis (16/07). Melalui koleksi bertajuk dying is not enough yang dirilis bersama platform Glitch Marfa serta didukung oleh Transient Labs, ia berhasil melelang 75 karya seni digital secara serentak. Total penjualan mencapai 453,53 ETH atau setara dengan Rp22 miliar. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem seni berbasis blockchain terus berevolusi menuju fase yang lebih matang.

​Hasil lelang tersebut membuktikan bahwa blockchain kini menjadi teknologi yang semakin relevan bagi seniman dalam mendistribusikan karya. Di tengah meredupnya tren spekulasi NFT yang sempat mendominasi, sektor seni murni ini justru menunjukkan ketahanan yang kuat. Kolektor kini hadir bukan untuk berburu keuntungan jangka pendek, melainkan karena apresiasi mendalam terhadap nilai estetika dan narasi yang dibangun oleh seniman.

​"Saya menciptakan karya dalam isolasi yang panjang dan tak terkendali. Sungguh hal yang spesial bisa menemukan orang-orang yang menikmati karya saya, berbagi cerita tentang nostalgia, hingga berkolaborasi," ujar Toadswiback dalam pernyataan penutupnya. Ungkapan ini menegaskan bahwa kekuatan utama adopsi blockchain adalah kemampuannya menghubungkan seniman dengan kolektor loyal yang menghargai estetika karya.

​Lelang ini menarik partisipasi dari 240 kolektor berbeda, dengan total 1.459 penawaran. Kesuksesan koleksi dying is not enough yang bersanding dengan karya seniman lain seperti Sam Spratt, Tiffatronn, dan Maryam Hasani menegaskan bahwa NFT telah bertransformasi. Kini, NFT menjadi teknologi pendukung ekosistem seni murni yang berkelanjutan, di mana karya autentik kembali menjadi magnet utama bagi para penikmat maupun kolektor seni digital.

Copiedbagikan