Jaringan blockchain Solana (SOL) resmi merilis upgrade sistem pada mainnet pada Jumat, 21 Agustus 2026. Upgrade ini sukses memangkas target waktu proses blok atau slot time dari 400 milidetik (ms) menjadi 350 ms. Pemotongan durasi sebesar 50 ms tersebut merupakan langkah awal dari eksekusi proposal SIMD-0525 untuk membuat jaringan lebih responsif, sehingga konfirmasi transaksi pengguna dapat diproses dengan jeda waktu yang lebih singkat.
​Secara sederhana, slot time adalah durasi waktu yang diberikan kepada validator untuk mencatat dan mengemas transaksi pengguna ke dalam satu blok baru. Dengan dipersingkatnya durasi ini, validator kini berganti giliran memproses transaksi setiap 1,4 detik dari yang sebelumnya 1,6 detik. Dampak turunannya, siklus perputaran jaringan yang disebut epoch (berisi 432.000 slot) kini dapat diselesaikan jauh lebih cepat, yakni dari yang biasanya memakan waktu sekitar 48 jam menjadi hanya sekitar 42 jam.
​Upgrade ini baru merupakan tahap pertama dari rencana jangka panjang para developer Solana. Ke depan, developer berencana menurunkan target slot time secara bertahap dalam tiga fase lanjutan dengan masing-masing pemotongan sebesar 50 ms hingga menyentuh target akhir di angka 200 ms. Untuk fase berikutnya, developer telah membidik target slot time di 300 ms, sembari terus memantau stabilitas kinerja jaringan pada kecepatan 350 ms saat ini.
​Meski membuat waktu tunggu terasa lebih cepat, upgrade ini tidak secara otomatis mendongkrak kapasitas transaksi per detiknya (throughput). Optimalisasi ini murni difokuskan pada penurunan latensi. Langkah ini sekaligus melengkapi rentetan upgrade teknis ekosistem Solana sebelumnya, mulai dari peningkatan batas komputasi, adopsi klien validator independen Firedancer, hingga proyek Alpenglow yang dirancang untuk memangkas total waktu finalitas transaksi ke level 150 ms



