


​Pengguna jaringan Ethereum kini bisa bersiap menghadapi risiko peretasan dari komputer kuantum masa depan tanpa harus menunggu hard fork. Nicolas Consigny, ketua proyek privasi Kohaku di Ethereum Foundation, mengumumkan bahwa sistem proteksi baru ini sudah bisa diuji coba langsung di tingkat akun. Fitur keamanan ini diklaim sangat efisien karena hanya membutuhkan biaya gas sekitar $0,07 saja per wallet.
​Langkah antisipasi ini jadi sorotan karena mayoritas alamat wallet di market saat ini, termasuk pada jaringan Bitcoin, masih mengandalkan sistem keamanan lama (ECDSA) yang mengekspos public key pengguna setelah melakukan transaksi. Para ahli memperkirakan bahwa struktur private key dari sistem tersebut berpotensi rawan dibongkar kalau teknologi komputer kuantum generasi baru yang super cepat sudah resmi beroperasi di masa depan. Melalui proposal metode terbaru bernama SPHINCS-, para developer bisa langsung menyuntikkan logika smart contract tambahan sebagai tameng pelindung tanpa perlu mengubah aturan dasar blockchain Ethereum.
​Rencana perlindungan berbiaya murah ini sejalan dengan roadmap jangka panjang pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang terus berfokus pada ketahanan sistem dan privasi pengguna. Walaupun ancaman dari teknologi kuantum diprediksi belum akan berdampak pada market dalam waktu dekat, uji coba proteksi ini dinilai sangat penting bagi para pemegang aset berskala besar (whale). Inovasi ini memberikan ruang bagi ekosistem wallet dan para developer untuk mengamankan dana pengguna lebih awal sebelum implementasi massal di masa mendatang.