


​Aliansi Qivalis, yang terdiri dari 12 bank raksasa seperti BNP Paribas, ING, dan BBVA, resmi meluncurkan proyek stablecoin Euro untuk paruh kedua 2026. Langkah ini dirancang untuk menantang dominasi absolut dolar AS yang saat ini menguasai lebih dari 95% pasar global. Token ini akan dipatok 1:1 terhadap Euro dengan jaminan cadangan berupa 40% deposito bank dan 60% obligasi pemerintah zona euro untuk memastikan likuiditas penuh.
​Proyek ini beroperasi di bawah regulasi MiCA Uni Eropa guna menyediakan infrastruktur pembayaran bisnis lintas batas yang cepat dan murah. CEO Qivalis, Jan Sell, menegaskan bahwa stablecoin domestik ini krusial bagi kedaulatan finansial Eropa agar tidak bergantung pada sistem pembayaran Amerika Serikat. Aliansi ini juga telah menjalin kemitraan dengan bursa kripto agar aset tersebut dapat langsung diperdagangkan secara luas saat perilisannya.
​Inisiatif ini memberikan sentimen positif bagi market yang membutuhkan alternatif stablecoin selain dolar di ekosistem digital. Jika sukses, proyek ini diprediksi akan mengubah peta persaingan pembayaran digital dunia dan memperkuat posisi strategis mata uang Euro di masa depan.