asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BREVUSDT0.0857+0.0141 ( +19.69% )
BTCUSDT61,314.2+1552.61 ( +2.6% )
ETHUSDT1,696.72+93.3 ( +5.82% )
IKAUSDT0.002556+0.000656 ( +34.53% )
NFPUSDT0.00712-0.00465 ( -39.51% )
PONDUSDT0.00123-0.00005 ( -3.91% )
SOLUSDT80.73+3.46 ( +4.48% )
TAIKOUSDT0.12777-0.37231 ( -74.45% )
TLMUSDT0.001638+0.000331 ( +25.33% )
Powered by
News - Altcoins

Tinggalkan Native Token, Platform Kripto DePIN Grass Bayar Kontributor dengan USDC

User
July 3, 2026 | 04:32 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 3, 2026 | 04:32 WIB
Tinggalkan Native Token, Platform Kripto DePIN Grass Bayar Kontributor dengan USDC

​Grass, protokol infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN) di jaringan Solana, resmi mengubah skema kompensasi bagi partisipan jaringannya. Mulai Juli 2026, kontributor akan menerima imbalan dalam bentuk USDC, meninggalkan penggunaan native token $Grass yang selama ini menjadi token insentif. Langkah ini dimungkinkan setelah Grass mencapai titik profitabilitas operasional sejak akhir tahun lalu, sehingga distribusi imbalan kini didanai langsung dari arus kas yang dihasilkan jaringan.

​Co-founder Grass, Andrej Radonjic, menyatakan melalui akun X pada Kamis (2/7) bahwa transisi ini penting bagi ekosistem DePin. Menurutnya, sebuah jaringan harus bertransisi dari fase pertumbuhan bersubsidi menuju model ekonomi yang mandiri. Ia menekankan bahwa meskipun insentif token efektif untuk fase bootstrapping suplai, mekanisme tersebut tidak dirancang untuk menggantikan permintaan ekonomi riil dalam jangka panjang.

​Sejak diluncurkan pada Oktober 2024, Grass memposisikan diri sebagai penyedia dataset publik untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI) dengan memanfaatkan bandwidth internet yang tidak terpakai. Dengan integrasi teknologi zero-knowledge processors, platform ini memastikan pengumpulan data berjalan secara privat dan aman. Hingga saat ini, model operasional tersebut telah menjadi fondasi bagi Grass dalam membangun layanan data yang terverifikasi bagi sektor AI.

Copiedbagikan