


Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tensi konflik dengan mengancam akan menghancurkan fasilitas infrastruktur vital di Iran pada Selasa, 7 April 2026. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (05/04) pagi waktu setempat, Trump secara spesifik mendeklarasikan hari tersebut sebagai "Power Plant Day" dan "Bridge Day" secara bersamaan di wilayah Iran. Ancaman terbaru ini muncul sebagai tindak lanjut setelah Trump sehari sebelumnya memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk mencapai kesepakatan atau membuka jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
​Dalam pernyataannya, Trump mendesak otoritas Iran untuk segera mematuhi tuntutan tersebut guna menghindari aksi militer skala besar dari Amerika Serikat. Selain menargetkan jembatan dan pembangkit listrik, Trump juga menyatakan sedang mempertimbangkan opsi untuk merebut kontrol atas cadangan minyak Iran jika pihak Teheran tidak segera menyetujui persyaratan kesepakatan baru secara cepat. Hingga saat ini, pihak Iran belum memberikan respons resmi terkait penetapan target serangan potensial yang dijadwalkan pada hari Selasa mendatang tersebut.